Feeds:
Posts
Comments

Rainbows in 2010…

“Pelangi…

Tak pernah datang sendiri…

Selalu datang saat atau setelah haru biru gerimis bersemi…

Tetapi bagaimanapun kondisinya…

Pelangi tetap memberi arti…

Arti “cantik” bagi setiap pribadi yang menikmati…”

 

2010…

Tahun nano-nano seperti warna pelangi… 🙂

Tapi ada 1 hal yang sepertinya sesuai dengan tema 2010, yaitu lirik sebuah lagu…”Ke Jakarta aku kan kembali…walaupun apa yang kan terjadi…”

Yah betulll…2010 adalah waktu kepindahanku dari Kaji ke Jakarta…

Honestly, awal2nya sedih dan bingung…karna menurut “penglihatanku” akan ada perbedaan 180 deg. antara Kaji dan Jakarta (baik dari sisi pekerjaan, culture, dan lifestyle).

Takut tidak bisa menjadi “diri sendiri”…takut tidak bisa “berkontribusi”…takut tidak bisa “ber-adaptasi”…

Beberapa pertanyaan yang terkadang membuat shock (*klo dingat2) adalah pertanyaan2 seputar kenapa pindah, apa sudah tidak betah di Kaji, lalu gimana sih kok bisa pindah, sampe pertanyaan tentang minta ke siapa biar bisa dipindah ke Jakarta (*pertanyaan2 yg aneh dan terkadang bikin sedih…)

Hanya Allah-lah yang tahu jawabannya… 🙂

 

Jakarta membuatku semakin dekat (*secara lokasi) dengan Andin, satu2nya adik kecilku…

Walaupun segala kesibukannya sebagai “model” *kidding ndunnn,,, malah menjadikan frekuensi dan waktu bertemu kami menjadi semakin terasa langka…

Jangankan bertemu, menelpon saja harus puas dengan resiko tidak diangkat atau tidak dibalas smsnya…

Alhamdulillah…

 

Yang berkesan adalah Jakarta ternyata mampu membuatku semakin dekat dengan bunda dan panda…

Selalu ada beliau berdua menemaniku selama 1 bulan di century…

Selalu ada beliau2 ketika aku kebingungan nyari rumah…

Selalu ada ibu yang rajin ngirim madu & habbatus dari Lampung ke Jakarta…

Selalu ada ibu yg rajin kirim abon sapi ketika puasa…

Selalu ada bapak yang menemani cek-cek cacat rumah untuk diperbaiki…

Bahkan selalu ada bapak hanya untuk mengantarkan dokumen akta lahir,kartu keluarga, dan ijazah untuk pengurusan paspor…serta mengurus refund tiket… 🙂

Alhamdulillah…

 

Oiya,,di 2010 ini juga ada kesempatan menambah keluarga lho…

Senang juga bisa mengenal banyak keluarga dari Yogyakarta & Surabaya di Lebaran 2010 lalu..

Jadi sekarang tambah banyak deh yg kasih perhatian… 🙂

Ada mama yang lumayan sering menelpon…Ada papa yang rajin sms untuk menanyakan kabar…

Dan selalu ada si mas yang rajin absen nelpon setiap malam…plus selalu bawain bros dan jilbab dari Balikpapan, Yogyakarta, Lombok, dll…

Alhamdulillah…

 

Alhamdulillah, di tahun 2010 ini udah sempet 3x lho ke Surabaya nengokin yang uti dan yang buyut..

Seneng sekali bisa ketemu sering2 dan seneng sekali karena yang uti dan yang buyut sueehaaaatttt banget…

Tunggu aku di kesempataln lain ya yang iyut,,ntar daharnya bareng mb Ririn lagi ya… 🙂

 

Di Jakarta,,, 2010 dipenuhi banyak orang2 hamil & baru melahirkan lho…

Alhamdulillah,,, ngobrol2 sama calon2 bapak dan calon2 ibu juga bisa  menambah pengetahuan lho…

Ada pengalaman Mb Lia yang suka jalan cepet walaupun lagi hamil plus tidak mengalami mual2…

Ada mas Aby dan istrinya yg udah mulai rajin belanja keperluan bayi…

Ada mas Danar yang cutinya sampe minus demi sang istri,hehehe…

Ada mas Trijo yg sekarang lg menjadi “suami siaga”,,tapi dokternya kok malah cuti…

Ada bang Timur yang rajin ngeliatin hasil USG 4D bayinya…katanya USG 4D itu penting utk mendeteksi kelainan pada bayi…

Ada si Reno yang wajah bayinya keliatan cantik banget pas di USG 4D…(*tuh bayi tau kali ya klo bapak & ibunya lagi merhatiin dia,,makanya sempet make-up-an dulu sblm USG,hehehe…)

Ada mb Vini yang tetep langsinggg walopun lagi hamil 3 bulan…hehehe, bikin penasaran apa resep langsingnya 😀

Oiya, selamat juga buat bapak Aldani (Abu Hanifah) yang bayinya cantikkk bgt…juga buat adik Bradhna (Shanti & Bli Kir),,sama buat Wijo & istri…

 

Ada juga yang pergi di tahun 2010…

Geng “berangkat pagi bareng dari Bidakara” berkurang 1 anggota…Selamat jalan Mbakyu Gretha,,, 😦

Jadi berhubung gengnya tinggal bedua ama Muti, jadi geng nya di-merge sama kelompok lain, menjadi formasi Muti-Karin-Nana-Cesti…dan klo pulang, si Cesti diganti sama Inul,,,

 

2010 ini tahun maag…

Pertama kali di Jakarta sakitnya maag mulu, smpe mual2…

Tiap pagi musti diisi bubur biar ga sakit perutnya…

Alhamdulillah setelah puasa, maagnya sembuh jadi sekarang bisa makan (dan bisa ga makan) apa aja…

Tapi di 2010 ini eike lg suka banget es krimmmm…juga nge-fans bgt sama pare dan tumis daun papaya…yummy…

 

Begitulah 2010,,bagiku sih banyak pelanginya…

Indah lho,,asal pinter2 melihat pelanginya saja…

Jadi apa saja pelangimu di 2010..?

Dan selamat datang pelangi2 baru di 2011…

-jkt24112009-

 

Sehari itu…

Semua alat telah kuletakkan pada tempatnya…

Sendok dan garpu yang selama ini terserak pun telah tertata rapi dalam laci…

Tak ada lagi ceceran air di lantai…

Tak ada lagi tumpukan pakaian kumal dalam lemari…

Tidak ada lagi serakan buku yang telah dibaca…

Dan tak ada lagi sedikit lelehan lilin di meja makan…

 

Lalu malam itu…

Telah kuhangatkan sedikit air mandi untukmu…

Kurapikan tumpukan baju favoritmu…

Kubakar sedikit aromatherapy kesayanganmu…

Dan tumpukan kayu bakar pun telah kunyalakan demi memberi kehangatan bagimu…

 

Lalu,,

Kau datang dan berkata…

“sayang…kau yang lakukan semua ini?”

“iya…”jawabku sambil mengangguk…

Kau menahan nafas,,dan berkata…

”kau tak perlu lakukan semua ini sendirian…

knapa tak menungguku untuk melakukan semuanya?

Aku bisa membantumu…dan mungkin kita bisa melakukannya bersama…”

 

Aku terdiam…

Tersenyum dan berkata…

“maafkan aku sayang…

Bukan aku tak mau menunggumu…dan bukan aku mau melakukan semuanya sendiri…”

Dengan wajah sayu aku menatapnya…

“Tapi,, aku tidak tahu sayang…

Mengapa waktu datang terlalu cepat…dan berlalu begitu cepat bagiku…

Jadi…mohon biarkan aku melakukan dan membereskan semuanya…

sebelum waktu itu datang untuk segera pergi…”

 

Lalu kau diam…dan berkata…

”trust me…waktu yang indah pun akan segera datang sayang…”

Dan aku tersenyum…berkata…

”itu pasti sayang…but,sorry…I’m totally in a rush…”



Terima kasih atas kesempatan libur panjang yang Kau berikan ya Allah,, sehingga hambaMu ini bisa mengisinya dengan belajar, belajar, dan belajar….


Belajar tentang Popok… 🙂


Humm,,mari ibu-ibu sekalian…mari kita memilih popok yang baik untuk si kecil tercinta…. 🙂


Pada dasarnya, saya adalah orang yang senang dengan bayi dan anak kecil. Foto-foto dan ekspresi mereka yang lucu dan menggemaskan ternyata cukup membuat saya sedikit-banyak merasa “penasaran” mengenai bagaimana “seluk-beluk kehidupan” mereka….


Dan tahukah anda, ada satu hal utama yang saya temukan hampir di setiap detil kehidupan mereka, yakni POPOK…hahaha,,saya hampir lupa, ternyata hal yang satu itu merupakan hal terpenting dalam kehidupan bayi dan anak kecil…

Bahkan jika dihitung, si kecil dapat menghabiskan 5000 POPOK disposable sejak mulai lahir hingga tidak mengompol sama sekali.

Padahal menurut saya (yang belum pernah menjadi ibu),, POPOK adalah hal paling menjijikkan dan menakutkan….hahaha….but it’s OK,,i’m trying to be a supermom rite? 🙂


Di setiap majalah dan website-website yg membahas seputar kehidupan ibu, bayi, dan balita, maka masalah POPOK ini merupakan masalah yang selalu rajin dan tak pernah berhenti untuk dibahas. Hmm,,mulai dari bagaimana memilih popok yang baik, bagaimana mengganti popok, sampai kepada efek popok pada lingkungan.


Saya yakin dan percaya,,klo masalah bagaimana memilih popok yang baik (popok kain atau popok disposable), pasti banyak ibu-ibu bahkan calon ibu-ibu yang sudah jago dalam hal itu.

Atau jika anda belum merasa jago,,anda bisa membacanya di:

http://anakuya.wordpress.com/2008/01/09/memilih-popok-bayi/

http://akuinginhijau.org/2008/02/10/popok-kain-atau-popok-sekali-pakai/


Dari pendapat para pembaca (yang merupakan ibu-ibu dan calon ibu) di kedua website tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa kebanyakan ibu-ibu ini lebih memilih menggunakan popok kain daripada popok disposable, dengan alasan lebih “ramah lingkungan”.


Cuman,,ada satu hal yang membuat saya penasaran…yakni mengenai “ramah lingkungan” dari sudut pandang yang lain. Sebuah majalah olahraga dan kesehatan wanita, memberikan sudut pandang yang lain yakni sebagai berikut.

“Memakai popok disposable artinya tidak ‘ramah lingkungan’, hmm tidak juga….bayangkan jika anda memakai popok kain,,seberapa besar tenaga (air, listrik, dan deterjen) yang harus anda keluarkan untuk mencuci popok tersebut? Apakah ini bisa disetarakan dengan sebuah tindakan ‘ramah lingkungan’?”


Hmm,,setelah membaca artikel tersebut, maka saya langsung berpikir “hmm,,ada benernya juga yah…”,,ternyata popok kain juga bisa sangat menjadi tidak ‘ramah lingkungan’, karena setiap kali mencucinya maka kita harus mengeluarkan banyak air, listrik, dan deterjen. Apalagi jika kita memiliki kebiasaan mencuci yang buruk, maka terlalu banyak air dan deterjen bisa sangat memperburuk keadaan.


Jadi bagaimana dengan pilihan kita? apakah tetap memilih popok kain dibandingkan popok disposable,,hmmm,,maka saya serahkan jawabannya pada ibu-ibu sekalian…karna saya yakin, setiap ibu pastilah sangat bijak dalam memilih yang terbaik bagi keluarganya…apalagi bagi si kecil yang kelak akan menjadi generasi pemimpin bangsa… 🙂


Oiyah, ngomong-ngomong mengenai tindakan ‘ramah lingkungan’, maka saya merasa tersindir setengah mati…Bagaimana tidak, dengan usia saya yg ehm…bisa dikatakan ‘siap’ menjadi seorang ibu, saya malah lagi hobi-hobinya shopping kosmetika beserta krim2 atau lotion2 tubuh…Duh,,bisa dibayangkan khan betapa penuh sesaknya kamar tidur serta kamar mandi saya dengan botol-botol plastik dari lotion tersebut? Huh, walaupun merk kosmetik tersebut memberikan ‘preferensi khusus’ bagi setiap pelanggannya untuk mengembalikan botol-bekas-pakai-nya ke toko terdekat dengan alasan re-use, namun…tetap saja saya merasa bersalah….duh,,gimana mau jadi supermom klo masih belum ‘ramah lingkungan’…


Terakhir,,demi menutupi rasa bersalah itu,,dan seiring bertambahnya umur, maka saya hanya bisa berkata…

”Wahai pangeranku yg belum kunjung datang…maafkan jeng yah…yang belum bisa menjadi “ibu sepenuh hati”…

Duh,,tapi stiap saat jeng slalu berusaha menghilangkan sifat “keibuan yang abal-abal” ini kok….*excuse lagiiii….

Sabar yah sayang…semoga kesabaran dan keindahan hatimu kelak dapat membimbingku menjadi SuperMom Sejati… 🙂

demi kamu…dan anak-anak kita…. 🙂

Aminnnn…”

“…Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam.”

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini…

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : “Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku…”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi…

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji…

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…”

Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Malaikat Juga Tahu…

a great song by dewi Lestari…

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya…

untuk para malaikat yang tak pernah rupawan, tak pernah indah dan tak pernah gemilang…

mudah-mudahan “hati-hati suci” yang lain masih tetap dapat mengakuimu sebagai “malaikat”…

karena ketulusan kasihmu akan tetap membuktikan itu…bahwa kau…adalah “malaikat”

Perbincangan 1

Kami bekerja pada suatu ruangan yang sama…jadi, wajar kan klo aku jadi tahu semua yang dia lakukan…

 

A        : “Karin…kesini donk…liat deh, tempatnya bagus banget khan buat honeymoon…?” (sembari menunjukkan foto lokasi beberapa tempat…)

Aku     : “iya…bagus banget kok…lu mau honeymoon kesana? brapa biayanya tuh?”

A        : “yah mahal sih…pokoknya gw uda bilang ama calon istri gw, sepulang dari honeymoon gw langsung miskin…” (sembari nyengir ketawa…)

Aku     : “ oops…hehehe…yayaya klo gituw…”

 

Sejak hari itu aku jadi tahu, setiap saat dia tidak bekerja…ato tepatnya hanya sedikit sekali perhatiannya pada pekerjaan…

Dia habiskan waktunya untuk browsing di internet mencari tempat-tempat romantis honeymoon…

Lalu di lain waktu dia sibuk sekali dengan dunia per-imelan yang isinya tidak jauh-jauh dari jawaban beberapa paket wisata yang menawarkan jasa honeymoon..

Dan sempat berkali-kali aku melihat dirinya melamun…memikirkan hari bahagianya…

mungkin pikirnya, “akankah bahagia ini selamanya…?” atau “akankah honeymoon ini membuat ‘dia’ bahagia selamanya…?”

 

Perbincangan 2

Waktu terasa semakin dekat…dan perbincangan ini pun selalu berkisar mengenai pernikahan itu…

 

Aku     : “mas, aku belum pernah liat calon istrimu…yang mana sih? undangannya ada foto kalian berdua khan?” (penasaran banget kepengen tahu…)

A        : “ iya donk, undangannya ada fotonya…kmu belum liat ya rin? ini nih ada di flash disk-ku…”

Aku     : (menghampiri si A) “mana…?”

A        : “ini dia rin…” (menunjukkan beberapa foto yang akan dipajang pada undangannya…)

Aku     : (hanya bengong…tertegun…) “cantik banget mas…sumpah cantik banget…” (memperhatikan dengan detil wanita berkulit putih dan berjilbab di foto tersebut)

A        : “iya donk…”

B        : “mana-mana…gw mau liat juga…” (sembari menghampiri Aku dan A…) “weis…mantap banget…”

Aku     : “iyah cantik banget…”

A        : “rin, lu belum liat khan mantan-mantan gw…nih foto-fotonya…”

Aku     : (diam dan memperhatikan dengan seksama…) menurutku foto-foto si A dengan mantan-mantannya itu terlalu dekat…mereka berpelukan…berada di kamar tidur…yah begitulah…sebenernya agak risih untuk melanjutkan melihat foto-foto tersebut.

A        : “cantik-cantik khan rin mantan-mantanku…?”

Aku     : “mmm…selamat yah mas, sudah menemukan wanita yang akan jadi calon istri mas…walaupun tidak seberapa cantik jika dibandingkan mantan-mantanmu, tetapi dia benar-benar ‘cantik’…”

 

Dan sampai sekarang, aku masih merasa si “mas” tadi adalah lelaki paling beruntung di dunia. Bagaimanapun, kecantikan hati yang dimiliki oleh wanita calon istrinya terpancar sangat indah dalam foto pernikahan tersebut. Bahkan sampai sekarangpun, masih lekat tersisa pemandangan cantik itu dimataku…

 

Perbincangan 3

Ternyata waktu pernikahan yang semakin dekat mulai menguji kesabarannya…

 

A        : “Kariiiiiinnnnnnnnnnn….aku uda ga sabar…”

Aku     : “Ihhh…ga sabar apaan siyh?”

A        : “Aku uda gak sabar pengen nikah….”

Aku     : “Ya ampun mas…perasaan off kemaren baru ketemu deh sama ‘mbak’nya…masa uda gak sabar lagi sih…khan bulan depan nikahnya…yah sabar duonkkk…”

A        : (terlelap dalam lamunannya…)

 

Yah…hari-hari menanti pertemuan dengan sang kekasih itu semakin dekat…dan semakin menyisakan ketidaksabaran untuk memilikinya…

 

Perbincangan 4

suami adalah imam dalam keluarga…namun, haruskah kita memenuhi segala kemauan dan perintahnya?

 

A datang dengan membawa sekotak nasi, nasi kotak gratis setelah mengikuti training…namun, wajahnya murung sekali…

Aku     : “Knapa sih mas…syukur udah dapet makanan ga perlu beli, tapi kok gak dimakan-makan sih…” (dengan nada usil super judes pengen memarahi…)

A        : “Aku gak suka makanannya…ini makanan kantin, gak sesuai sama aku…yang masak gak enak ini…”

Aku     : “mas…wong udah enak-enak, rejekimu dateng sendiri tanpa perlu membeli…yah harusnya dimakan tho…”

A        : “iyah karinnnnnn…..sebentar karinnnnn…”

—45 menit kemudian—

Aku     : “hiyaa…baru dimakan sekarang…”

C        : “jadi istrimu musti pinter masak donk yah buat kmu…habis kmu pilih-pilih makan gitu”

A        : “yah iya donk mbak…biasanya klo sebelum nikah itu, calon istri diajarin masak dulu sama ibu mertuanya…biar ga malu-maluin keluarga karna ga pinter masak…”

C        : “ooo gituw…”

A        : “iyah…khan aku pernah dateng ke rumah calon istriku,,nah kan orang tuanya lagi di kampung dan rumahnya itu lagi direnovasi…”

Aku&C : “terus..?”

A        : “iyah pas disana siang-siang gada makanan…sampe2 aku mau dibikinin indomie…yah gamau lah akunya…jadi aku pergi ajah”

Aku&C : “terus beli makan…?”

A        : “iyah…dikiranya aku beli makan diluar…padahal aku minta makan sama pamanku yang rumahnya dekat dengan calon istriku itu…”

Aku&C : “trus…?”

A        : “yah namanya di kampung…langsung gempar donk sekeluarga istriku itu…dikiranya aku minta makan gak dikasih, sampe minta pamanku…”

Aku     : “ya ampun…khan namanya sibuk lagi renovasi….”

A        : “yah gak bisa gitulah…suami itu harus dilayanin dan disediain makan klo laper…masa musti beli diluar ato makan indomie…”

Aku     : (wah…susah sekali punya suami kaya mas ini….gak pengertian ah, ga asik…)

 

Melanjutkan obrolan…

C        : “jadi istrimu ngelanjutin kerja ato gak setelah nikah…”

A        : “aku sih terserah dia mbak…asal…”

Aku     : “asal apa…” (pasti banyak maunya ni orang….ih bikin sebel…)

A        : “asal ada syaratnya…hari sabtu minggu musti ada dirumah…udah gitu pulang kantor musti sebelum jam 4, klo pulang telat aku cuekin ajah…terus klo pulang kantor gak boleh sama sekali ngomongin tentang kerjaan…musti pulang dengan senyum gak boleh cemberut…”

Aku     : “ih sadis…namanya keluarga khan buat diskusi mas….masa klo pulang gak boleh cerita2 kerjaan sama suami sih…kan pengennya diskusi gituw sama suami…”

A        : “yah…pokoknya gak boleh…klo dilanggar yah…aku juga terserah donk mau ngelakuin apa…”

Aku     : (bener-bener gak berperasaan nih si mas…)

C        : “yah klo syaratnya banyak gituw pasti istrimu milih keluar dari kerjaannya kali…”

A        : “hehehe…ya iyalah…”

 

Perbincangan 5

karena sayang dan cinta ini, maka aku memilihmu…mencintaimu dengan sepenuh hati…dan saat ini, waktu akan segera mengijinkanku…untuk memilikimu…

 

Hmm…menguping pembicaraan orang adalah perbuatan yang tidak baik…tetapi kalo berbicara mesra dengan kerasnya di depan orang sehingga orang lain mendengarkannya, apakah juga salah yang ndengerin?

 

Bunyi dering telepon…

A        : “Halo sayang….lagi ngapain?”

A        : “ow…udah sholat belum??”

A        : “yaudah,,klo gituw sholat dulu donk…eh bentar2 deh…dengerin lagu ini deh…dengerin bentar yah…”

A        : “apa? terlalu lambat yah lagunya…iyah, itu kan jazz gitu…klo lagu ini tau khan?”

A        : “iyah…kenapa-kenapa sayang?”

A        : “humm..iya…iya takut kenapa…?”

A        : “oh gitu…yah jangan takut donk…kita berdoa aja semoga kebahagiaan ini akan tetap ada selamanya….”

A        : “dadagh juga sayang…waalaikumsalam…”

 

Sembari mendengarkan, akupun ikut meng-amin-i doa mereka…Semoga kebahagiaan itu tidak hanya ada sekarang ini, tapi tetap berlanjut sampai nanti maut memisahkan mereka…amin…

 

teruntuk seorang teman…

yang akan menjadi seorang suami dalam waktu dekat…

semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah…

 

 

 

180˚

Teman…
Dahulu kita pernah berjalan bersama…karna aku percaya dirimu dan kaupun mempercayaiku…
Scrabble pun menjadi saksi mengenai dekatnya pertemanan kita…betapa curangnya aku ingin memenangkan permainan setiap saatnya…

Lalu sebulan kemudian tangan kita bergenggam lebih erat… karena aku semakin percaya dirimu…dan melebihi itu…karena akupun menyayangimu…

Bulan kedua sampai ketujuh pun kita jalani bersama…indah,, karena kita merasa tangan kita telah bergenggaman semakin erat…
Dan tak ada salahnya…kitapun berharap menjadi satu…sehingga tidak ada lagi dirimu dan diriku…
yang ada hanya kita…

Lalu terlenalah kita…seolah harapan menjadi satu itu akan segera tiba…
Tapi rongga-rongga kecil itu telah menjadi besar…
Meluapkan kejujuran dan memecah segalanya… kejujuranpun terbongkar, dan kita takkan pernah bersama…

Bulan kedelapan…kulewati dengan tangisan setiap harinya…aku masih menyayangimu…

Bulan kesembilan… aku masih berharap kau menjadi milikku…

Bulan kesepuluh…akupun semakin menyayangimu…

Bulan kesebelas…akupun jatuh sakit karena terlalu memikirkanmu…

Lalu bulan keduabelas…akupun semakin keranjingan akan dirimu…

Bulan ketigabelas…kudengar kau mulai menyukai seseorang disana…maka akupun semakin gencar menghubungimu…berharap kau akan tetap menjadi milikku…

Bulan keempatbelas…kudengar keluargamu sudah semakin banyak menawarkan “pilihan” padamu, dan kaupun semakin gencar memilih…bahkan tak sungkan menceritakannya padaku…
Hmm,,Tetapi aku masih sendiri…disini…masih mengharapkan dirimu dan diriku…bisa bersatu…walau tak mungkin bisa terjadi…

Dan inilah diriku…sendiri…
Setelah semuanya berputar 180˚…