Teman…
Dahulu kita pernah berjalan bersama…karna aku percaya dirimu dan kaupun mempercayaiku…
Scrabble pun menjadi saksi mengenai dekatnya pertemanan kita…betapa curangnya aku ingin memenangkan permainan setiap saatnya…
Lalu sebulan kemudian tangan kita bergenggam lebih erat… karena aku semakin percaya dirimu…dan melebihi itu…karena akupun menyayangimu…
Bulan kedua sampai ketujuh pun kita jalani bersama…indah,, karena kita merasa tangan kita telah bergenggaman semakin erat…
Dan tak ada salahnya…kitapun berharap menjadi satu…sehingga tidak ada lagi dirimu dan diriku…
yang ada hanya kita…
Lalu terlenalah kita…seolah harapan menjadi satu itu akan segera tiba…
Tapi rongga-rongga kecil itu telah menjadi besar…
Meluapkan kejujuran dan memecah segalanya… kejujuranpun terbongkar, dan kita takkan pernah bersama…
Bulan kedelapan…kulewati dengan tangisan setiap harinya…aku masih menyayangimu…
Bulan kesembilan… aku masih berharap kau menjadi milikku…
Bulan kesepuluh…akupun semakin menyayangimu…
Bulan kesebelas…akupun jatuh sakit karena terlalu memikirkanmu…
Lalu bulan keduabelas…akupun semakin keranjingan akan dirimu…
Bulan ketigabelas…kudengar kau mulai menyukai seseorang disana…maka akupun semakin gencar menghubungimu…berharap kau akan tetap menjadi milikku…
Bulan keempatbelas…kudengar keluargamu sudah semakin banyak menawarkan “pilihan” padamu, dan kaupun semakin gencar memilih…bahkan tak sungkan menceritakannya padaku…
Hmm,,Tetapi aku masih sendiri…disini…masih mengharapkan dirimu dan diriku…bisa bersatu…walau tak mungkin bisa terjadi…
Dan inilah diriku…sendiri…
Setelah semuanya berputar 180˚…