mungkin tulisan ini hanyalah berisi satu contoh ketakutan…
ketakutan dari seorang wanita yang menggambarkan betapa rapuh dia sebenarnya…
betapa tidak sabarnya dia dalam menghadapi suatu masa…
dan betapa takutnya dia kehilangan suatu pesona…
Panas amatlah terik menyengat…
Siang itu, matahari rasanya berada tepat diatas kepalaku…
Rasanya panas dan amat membakar…
Hmm padahal, telah kuselimuti kulit ini dengan kemeja lengan panjang…
kulangkahkan kaki…
perlahan… berjalan dari satu wellhead menuju wellhead lain…
Entah mengapa, namun safety shoes ini terasa lebih berat dari biasanya…sampai2 hanya mampu kuangkat kakiku perlahan2… yang tentunya semakin mengurangi kecepatanku dalam berjalan…
apa mungkin berat itu adalah efek lumpur yang semakin menumpuk di sepatuku? hah,,entahlah…
Kugenggam sebuah pressure gauge di tangan kiriku, beserta sebuah kunci gigi di tangan yang lain…
Sebenarnya, sudah dari tadi kurasakan perut ini berteriak-teriak, memberontak kelaparan,, …
namun seiring waktu dan kelelahan, terlupakan pula olehku rasa lapar dan dahaga ini…
seiring pula derasnya aliran butir keringat yang jatuh dari dahiku…
Semua well telah terselesaikan… dan saatnya kembali ke kantor,, disana beberapa WRR dan WSM siap menantiku untuk dikerjakan…
……………………………………………………………………………………………………
Hari sudah beranjak gelap… Dengan sedikit gontai, kulangkahkan kaki ini menuju mess Kenanga… hmmm,,lelah rasanya…
……………………………………………………………………………………………………
Kubuka pintu kamarku…gelap….
lalu kunyalakan lampu, serta kuletakkan tas berat berisi laptop itu disamping meja…
Namun, wajah ini tak lepas lekat memandangi cermin…menatap lama…hampa dan dalam…
Lalu kuangkat kedua tanganku dan…mulailah kedua tangan ini menyentuh wajahku…
Kucoba untuk mencubit wajah itu dengan kedua tanganku…namun, dingin terasa…
Kumiringkan kepala ini kekiri dan kekanan… lalu kucoba untuk tersenyum… tapi, kosong…
Kuremas-remas pipi dan wajah ini…namun tetap, tak bergeming…
Yang ada hanya hampa… kosong… rapuh… dalam wajah hitam terbakar matahari ini…
Sontak aku terkejut…
lekas-lekas aku ambil air wudlu… dan segera terhanyut dalam doa dan sujud panjang…
Tak terelakkan lagi,, sebuah tangisan dalam sujud panjang itupun terjadi…
seolah air bah…semuanyapun mengalir lancar seiring curahan hati ini…
“Ya Allah…
kulitku ini telah menjadi hitam legam karena limpahan karuniamu pada sebuah matahari yang menyinariku…
wajahku ini telah menjadi kusam karena tak mampu lagi aku membagi waktu untuk merawatnya…
lalu perut dan lambung pun sering terlupakan haknya karena letihnya fisik ini Ya Allah….
Maafkan diriku ini Ya Allah…
Lalu maafkanlah aku pula Ya Allah…
karna dalam hati, aku merintih… aku rapuh… dan aku ketakutan… Ya Allah…
aku takut melupakan kodratku sebagai wanita, karna terlalu lama menjalankan rutinitas kerja ini…
aku takut kehilangan pesonaku sebagai wanita, karna lalainya diriku dalam merawat fisik pemberianmu ini Ya Allah…
dan yang paling penting Ya Allah….
maafkan hambamu ini,,
karna takut Sang Jodoh takkan menemukannya seiring pudarnya pesona ini karna tiupan debu, tumpahan minyak, dan goresan lumpur…”
great posting,,,!!!
itu bukan suatu kepudaran,,
tapi ketangguhan seorang wanita..
ke’kekar’-an seorang jiwa yang lembut…
sang dewi tetap akan mempesona semua mata…
karena ketabahan dan spirit of life-nya yang membuat semua terpana,,,
bahkan adik kecilmu ini bermimpi ia bisa menjadi seperti dewi,,,
dewi kesayangan dan kebanggaan,,,
luv you,
tulisannya kelen [=keren]….
hwaaa…..
Ketakutan yang wajar dimiliki seorang wanita yang mengagumi karunia Tuhannya…
Q tambah ya..
Dalam transendensi tidak ada yang cantik atau jelek, tidak ada yang seksi ato tidak seksi, yang ada hanya kebenaran dan keabadian yang akan memberinya aura keagungan dan lihatlah masa depan bila km mau melewatinya…