Perbincangan 1
Kami bekerja pada suatu ruangan yang sama…jadi, wajar kan klo aku jadi tahu semua yang dia lakukan…
A : “Karin…kesini donk…liat deh, tempatnya bagus banget khan buat honeymoon…?” (sembari menunjukkan foto lokasi beberapa tempat…)
Aku : “iya…bagus banget kok…lu mau honeymoon kesana? brapa biayanya tuh?”
A : “yah mahal sih…pokoknya gw uda bilang ama calon istri gw, sepulang dari honeymoon gw langsung miskin…” (sembari nyengir ketawa…)
Aku : “ oops…hehehe…yayaya klo gituw…”
Sejak hari itu aku jadi tahu, setiap saat dia tidak bekerja…ato tepatnya hanya sedikit sekali perhatiannya pada pekerjaan…
Dia habiskan waktunya untuk browsing di internet mencari tempat-tempat romantis honeymoon…
Lalu di lain waktu dia sibuk sekali dengan dunia per-imelan yang isinya tidak jauh-jauh dari jawaban beberapa paket wisata yang menawarkan jasa honeymoon..
Dan sempat berkali-kali aku melihat dirinya melamun…memikirkan hari bahagianya…
mungkin pikirnya, “akankah bahagia ini selamanya…?” atau “akankah honeymoon ini membuat ‘dia’ bahagia selamanya…?”
Perbincangan 2
Waktu terasa semakin dekat…dan perbincangan ini pun selalu berkisar mengenai pernikahan itu…
Aku : “mas, aku belum pernah liat calon istrimu…yang mana sih? undangannya ada foto kalian berdua khan?” (penasaran banget kepengen tahu…)
A : “ iya donk, undangannya ada fotonya…kmu belum liat ya rin? ini nih ada di flash disk-ku…”
Aku : (menghampiri si A) “mana…?”
A : “ini dia rin…” (menunjukkan beberapa foto yang akan dipajang pada undangannya…)
Aku : (hanya bengong…tertegun…) “cantik banget mas…sumpah cantik banget…” (memperhatikan dengan detil wanita berkulit putih dan berjilbab di foto tersebut)
A : “iya donk…”
B : “mana-mana…gw mau liat juga…” (sembari menghampiri Aku dan A…) “weis…mantap banget…”
Aku : “iyah cantik banget…”
A : “rin, lu belum liat khan mantan-mantan gw…nih foto-fotonya…”
Aku : (diam dan memperhatikan dengan seksama…) menurutku foto-foto si A dengan mantan-mantannya itu terlalu dekat…mereka berpelukan…berada di kamar tidur…yah begitulah…sebenernya agak risih untuk melanjutkan melihat foto-foto tersebut.
A : “cantik-cantik khan rin mantan-mantanku…?”
Aku : “mmm…selamat yah mas, sudah menemukan wanita yang akan jadi calon istri mas…walaupun tidak seberapa cantik jika dibandingkan mantan-mantanmu, tetapi dia benar-benar ‘cantik’…”
Dan sampai sekarang, aku masih merasa si “mas” tadi adalah lelaki paling beruntung di dunia. Bagaimanapun, kecantikan hati yang dimiliki oleh wanita calon istrinya terpancar sangat indah dalam foto pernikahan tersebut. Bahkan sampai sekarangpun, masih lekat tersisa pemandangan cantik itu dimataku…
Perbincangan 3
Ternyata waktu pernikahan yang semakin dekat mulai menguji kesabarannya…
A : “Kariiiiiinnnnnnnnnnn….aku uda ga sabar…”
Aku : “Ihhh…ga sabar apaan siyh?”
A : “Aku uda gak sabar pengen nikah….”
Aku : “Ya ampun mas…perasaan off kemaren baru ketemu deh sama ‘mbak’nya…masa uda gak sabar lagi sih…khan bulan depan nikahnya…yah sabar duonkkk…”
A : (terlelap dalam lamunannya…)
Yah…hari-hari menanti pertemuan dengan sang kekasih itu semakin dekat…dan semakin menyisakan ketidaksabaran untuk memilikinya…
Perbincangan 4
suami adalah imam dalam keluarga…namun, haruskah kita memenuhi segala kemauan dan perintahnya?
A datang dengan membawa sekotak nasi, nasi kotak gratis setelah mengikuti training…namun, wajahnya murung sekali…
Aku : “Knapa sih mas…syukur udah dapet makanan ga perlu beli, tapi kok gak dimakan-makan sih…” (dengan nada usil super judes pengen memarahi…)
A : “Aku gak suka makanannya…ini makanan kantin, gak sesuai sama aku…yang masak gak enak ini…”
Aku : “mas…wong udah enak-enak, rejekimu dateng sendiri tanpa perlu membeli…yah harusnya dimakan tho…”
A : “iyah karinnnnnn…..sebentar karinnnnn…”
—45 menit kemudian—
Aku : “hiyaa…baru dimakan sekarang…”
C : “jadi istrimu musti pinter masak donk yah buat kmu…habis kmu pilih-pilih makan gitu”
A : “yah iya donk mbak…biasanya klo sebelum nikah itu, calon istri diajarin masak dulu sama ibu mertuanya…biar ga malu-maluin keluarga karna ga pinter masak…”
C : “ooo gituw…”
A : “iyah…khan aku pernah dateng ke rumah calon istriku,,nah kan orang tuanya lagi di kampung dan rumahnya itu lagi direnovasi…”
Aku&C : “terus..?”
A : “iyah pas disana siang-siang gada makanan…sampe2 aku mau dibikinin indomie…yah gamau lah akunya…jadi aku pergi ajah”
Aku&C : “terus beli makan…?”
A : “iyah…dikiranya aku beli makan diluar…padahal aku minta makan sama pamanku yang rumahnya dekat dengan calon istriku itu…”
Aku&C : “trus…?”
A : “yah namanya di kampung…langsung gempar donk sekeluarga istriku itu…dikiranya aku minta makan gak dikasih, sampe minta pamanku…”
Aku : “ya ampun…khan namanya sibuk lagi renovasi….”
A : “yah gak bisa gitulah…suami itu harus dilayanin dan disediain makan klo laper…masa musti beli diluar ato makan indomie…”
Aku : (wah…susah sekali punya suami kaya mas ini….gak pengertian ah, ga asik…)
Melanjutkan obrolan…
C : “jadi istrimu ngelanjutin kerja ato gak setelah nikah…”
A : “aku sih terserah dia mbak…asal…”
Aku : “asal apa…” (pasti banyak maunya ni orang….ih bikin sebel…)
A : “asal ada syaratnya…hari sabtu minggu musti ada dirumah…udah gitu pulang kantor musti sebelum jam 4, klo pulang telat aku cuekin ajah…terus klo pulang kantor gak boleh sama sekali ngomongin tentang kerjaan…musti pulang dengan senyum gak boleh cemberut…”
Aku : “ih sadis…namanya keluarga khan buat diskusi mas….masa klo pulang gak boleh cerita2 kerjaan sama suami sih…kan pengennya diskusi gituw sama suami…”
A : “yah…pokoknya gak boleh…klo dilanggar yah…aku juga terserah donk mau ngelakuin apa…”
Aku : (bener-bener gak berperasaan nih si mas…)
C : “yah klo syaratnya banyak gituw pasti istrimu milih keluar dari kerjaannya kali…”
A : “hehehe…ya iyalah…”
Perbincangan 5
karena sayang dan cinta ini, maka aku memilihmu…mencintaimu dengan sepenuh hati…dan saat ini, waktu akan segera mengijinkanku…untuk memilikimu…
Hmm…menguping pembicaraan orang adalah perbuatan yang tidak baik…tetapi kalo berbicara mesra dengan kerasnya di depan orang sehingga orang lain mendengarkannya, apakah juga salah yang ndengerin?
Bunyi dering telepon…
A : “Halo sayang….lagi ngapain?”
A : “ow…udah sholat belum??”
A : “yaudah,,klo gituw sholat dulu donk…eh bentar2 deh…dengerin lagu ini deh…dengerin bentar yah…”
A : “apa? terlalu lambat yah lagunya…iyah, itu kan jazz gitu…klo lagu ini tau khan?”
A : “iyah…kenapa-kenapa sayang?”
A : “humm..iya…iya takut kenapa…?”
A : “oh gitu…yah jangan takut donk…kita berdoa aja semoga kebahagiaan ini akan tetap ada selamanya….”
A : “dadagh juga sayang…waalaikumsalam…”
Sembari mendengarkan, akupun ikut meng-amin-i doa mereka…Semoga kebahagiaan itu tidak hanya ada sekarang ini, tapi tetap berlanjut sampai nanti maut memisahkan mereka…amin…
teruntuk seorang teman…
yang akan menjadi seorang suami dalam waktu dekat…
semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah…